Kapernaum

Kapernaum dipercaya menjadi kampungnya Petrus dan di tempat inilah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (Mat 8: 14 -16). Selain itu, Yesus banyak melakukan karya lainnya seperti menyembuhkan orang lumpuh (Mark 2: 1 – 12), mengajarkan tentang Roti Hidup (Yoh 6: 35 – 59) atau mengusir roh jahat (Luk 4: 31 – 37). Setelah Yesus wafat, rumah Petrus digunakan sebagai tempat ibadah. Meskipun Yesus pernah tinggal dan berkarya, namun Kapernaum menjadi satu dari tiga kota yang dikecam oleh Yesus. (Mat 11:20 – 24).

Kapernaum dalam bahasa Ibrani disebut Kafr Nahum yang artinya Kampung Nelayan. Dahulunya, Kapernaum menjadi daerah yang penting karena dilalui oleh jalur perdagangan yang menghubungkan Damaskus di bagian utara dan Mesir di bagian selatan. Jalur ini disebut via Maris.

Para ekskavator Fransiscan menemukan satu blok rumah yang memiliki sejarah kompleks yang disebut Insula Sacra. Pada pertengahan abad ke 5, di atas Insula Sacra dibangun sebuah gereja berbentuk segi delapan. Satu rumah di tempat ini dihormati sebagai rumah Petrus yang berada tepat di bawah gereja. Pengunjung dapat melihat sisa reruntuhan rumah Petrus melalui kaca di dalam gereja.

Saat ini, kita dapat menjumpai sinagoge yang dibangun pada abad ke 4 dengan bahan white stone. Berbeda dengan bangunan di sekitarnya yang menggunakan bahan black bassalt.

Bacaan Injil Luk 5 : 17 – 26

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat  duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni. “Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? ” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka , lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *