OFM dan Holyland

OFM dan Tanah Suci (Holy Land)

Awal Mula: St. Fransiskus dan Penetapan Misi ke Tanah Suci

OFM (Ordo Fratrum Minorum) adalah ordo religius Katolik yang didirikan oleh St. Fransiskus dari Assisi pada tahun 1209. Fokus utama mereka adalah hidup dalam kemiskinan, persaudaraan, dan berkarya di tengah umat. Hanya beberapa tahun kemudian, pada 1217, dalam sebuah General Chapter (pertemuan besar para pemimpin ordo) di Porziuncola, Assisi, didirikan Provinsi Tanah Suci, sebuah struktur awal kehadiran Fransiskan di kawasan Timur Tengah, yang mencakup wilayah-wilayah yang kemudian dikenal sebagai Holy Land.

St. Fransiskus sendiri pernah tinggal dan berkarya di Tanah Suci sekitar tahun 1219–1220, berbicara dengan umat dan memulai misi Fransiskan di sini — ini bukti awal keterlibatan OFM dalam sejarah suci ini.


OFM Jadi Penjaga Resmi Tempat Suci

Selama berabad-abad, pemerintah dan kekuasaan berganti di kawasan Yerusalem — dari Kekristenan Latin pada masa Perang Salib sampai kekuasaan Muslim kemudian Ottoman. Di tengah gejolak itu, OFM tetap hadir. Pada tahun 1342, Paus Klemens VI secara resmi menetapkan para Fransiskan sebagai custodians (penjaga) Tempat-Tempat Suci Kristen (holy places) atas nama Gereja Katolik.

Tempat-tempat suci yang mereka rawat meliputi:

  • Basilika Kabar Sukacita – Nazaret
  • Gereja Kelahiran – Betlehem
  • Gereja Makam Kudus – Yerusalem (tempat wafat & kebangkitan Yesus)
  • Gereja Transfigurasi – Gunung Tabor
  • Gereja Getsemani (Basilika Keagungan)
    dll.

Penetapan ini bukan hanya simbolik: sejak itu OFM bertanggung jawab merawat bangunan, mengatur devosi, membimbing para peziarah, dan memastikan tempat-tempat ini tetap tersedia bagi umat dari seluruh dunia yang datang untuk berdoa dan merenung atas peristiwa dalam hidup Yesus.


OFM: Peran Fransiskan di Tengah Masyarakat

Hubungan OFM dengan Holy Land bukan sebatas merawat bangunan saja. Mereka juga berakar kuat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Bukti sejarah nyata berupa dokumen legal (firmans dan capitulations) yang disimpan di Terra Sancta Museum di Yerusalem menunjukkan hubungan mereka dengan pemerintah Muslim wilayah Ottoman, yang mengakui hak kepemilikan dan status komunitas Fransiskan sejak abad ke-17. Dokumen-dokumen ini adalah bukti konkret keberadaan dan kontribusi mereka di Palestine sejak ratusan tahun lalu.

Selain itu, mereka juga mendirikan sekolah, klinik, serta membantu masyarakat miskin dan membutuhkan, menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan hanya spiritual, tetapi juga sosial budaya.


Organisasi yang Terus Berlanjut: Custody of the Holy Land

Seiring waktu, struktur awal dari Provinsi Tanah Suci berkembang menjadi apa yang kini dikenal sebagai Custody of the Holy Land — sebuah lembaga dalam OFM yang secara khusus fokus pada misi di kawasan ini. Markasnya terletak di Biara St. Savior, Yerusalem, dan kepala lembaganya disebut Custos.

Ordo OFM tetap melanjutkan perannya selama lebih dari 800 tahun tanpa putus, meskipun tantangan politik dan perang terus silih berganti. Buktinya adalah perayaan penting akan 800 tahun keberadaan Fransiskan di Tanah Suci yang dirayakan pada tahun 2017 oleh Vatikan dan komunitas Fransiskan sendiri.

Note:
Francis of Assisi. Regula Bullata (1223) dan sumber-sumber awal Ordo Fransiskan.
Vauchez, André. Francis of Assisi: The Life and Afterlife of a Medieval Saint. Yale University Press, 2012.
Cunningham, Lawrence S. Francis of Assisi: Performing the Gospel Life. Eerdmans Publishing, 2004.
Custody of the Holy Land (OFM). History of the Custody of the Holy Land.
Custodia Terrae Sanctae, Jerusalem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *