
Gereja Penggandaan Roti dan Ikan (Gereja Multiplikasi) merupakan salah satu gereja yang terletak di Tabgha, seputaran Danau Galilea. Oleh karenanya, tempat ini juga disebut Gereja Tabgha. Kata Tabgha dalam bahasa Ibrani Ein Sheva dan bahasa Yunani Heptapegon yang artinya tujuh mata air. Tujuh mata air ini mengandung belerang dan mengalir ke Danau Galilea. Hal ini menarik ikan – ikan untuk berkumpul terutama pada musim dingin. Gereja ini juga dikenal dengan Gereja Multiplikasi. Di tempat inilah Yesus membuat mukjizat dengan memberi makan 5000 orang laki – laki dengan 5 roti dan 2 ikan hingga tersisa 12 bakul (Mark 6: 30 – 46).
Gereja Tabgha dibangun pada abad ke 4 – 5 dan menjadi salah satu gereja yang dihancurkan pada saat perang salib. Pada abad ke 18, tanah di Tabgha dibeli oleh asosiasi Katolik Jerman yang ingin membangun penginapan untuk para peziarah. Gereja ini dipulihkan oleh para biarawan Jerman dengan memasukkan bagian – bagian dari mozaik aslinya. Mozaik di lantai gereja merupakan mozaik Nile yang dibangun oleh Martyrius yang berkebangsaan Mesir. Ini merupakan salah satu ciri khas bangunan pada jaman Byzantine.
Mozaik di dekat altar berbentuk roti dan ikan untuk menggambarkan kisah Markus 6:30 – 46. Batu di bawah altar dipercaya sebagai tempat dahulunya Yesus meletakkan roti dan ikan untuk diberkati. Saat ini, Gereja Tabgha dikelola oleh Ordo Benediktin.
Bacaan Injil Mark 6:30 – 46
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan! ” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan 2 itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.